Mengamati para
pejuang yang sering terabaikan jasa-jasanya. Padahal begitu kuat mereka dalam
memperjuangkannya. Tanpa rasa lelah, dikerahkannya segenap tenaga yang ada demi
mencapai cita-cita serta harapan yang ada dalam benak mereka.
Di keramaian
pasar yang becek, panas, dan bau,
mereka berdesak-desakan memilih barang barang belanjaan yang bukan sepenuhnya
untuk kebutuhan mereka sendiri akan tetapi untuk mereka jual kembali di
perumahan-perumahan yang para penghuninya rata-rata malas pergi belanja ke pasar.Dengan sepeda pancal butut, semua belanjaan mereka usung. Untuk mengurangi rasa lelah dan lapar mereka membeli sebungkus nasi sebagai pengganjal perut yang sudah keroncongan. Panas terik matahari tak menyurutkan perjuangan mereka menjual barang-barang belanjaan untuk meraih sepeser demi sepeser uang keuntungan. Dikayuhnya sepeda reot tanpa rasa lelah walaupun berkucur keringat terlihat di tiap pori kulit kriputnya.
Terlihat
pemandangan janggal dalam hati, seorang lelaki yang berbadan sehat hanya dengan
property tongkat di tangan kiri sembari senyum manis tanpa dosa menengadahkan
tangan pada setiap orang yang ada di sekitarnya, tak luput pula dia
menengadahkan tangan pada ibu-ibu yang sedang berjuang untuk keluarganya hanya
demi recehan uang. “Ya Allah, apa yang ada dalam pikiranya?” Tanpa rasa
bersalah dia terus meminta padahal keadaan fisik mereka sebenarnya tak lebih
buruk dibandingkan ibu-ibu itu kalau hanya sekedar untuk bekerja. Apa benar
dunia sudah terbalik? Wanita menjadi perkasa sedangkan yang laki-laki menjadi
lemah.??Lamongan, 20 Maret 2011
Karya Penaku


02.59
Syamsu Dhuha FR
Posted in: