------- BLOG-nya Anak-Anak Jurnalistik -------

"Mencoba Menyuguhkan yang Terbaik untuk DUNIA...."



Kamis, 19 Januari 2012

Saat Saat Terakhir 1

 

“SAAT SAAT TERAKHIR”

Ayam berkokok menyambut datangnya fajar pagi. Suara adzan awal berkumandang dari pengeras suara yang ada di tower masjid At Taqwa desa Pantenan. Dalam gelap malam Nek Ida bangun dari tidunya. Suara serangga malam mengiringi langkah kaki wanita tua ini menuju kamar mandi yang ada di belakang rumah.
Sekeliling rumah gelap tak ada lampu yang menerangi. Kondisi rumah yang di tempati nenek berusia hampir 1 abad ini begitu memperihatinkan. Letak rumahnya pun agak jauh dari rumah-rumah tetangga. Persisnya ada di tengah hamparan ladang pertanian. Hanya sinar rembulan yang menyinari sekeliling rumahnya.
Selesai mengambil air wudhu, Nek Ida membangunkan cucunya yang masih tidur lelap. Fajar adalah satu-satunya cucu angkat yang dimilikinya. Orang tua anak malang ini pergi entah kemana. Dia hanya tau bahwa dia dibesarkan oleh Nek Ida yang sudah dianggap sebagai neneknya sendiri. Dia dirawat dan dibesarkan di gubug sederhana ini dengan segenap kemampuannya. Fajar ditemukan Nek Ida di depan rumah 17 tahun yang lalu saat waktu menjelang shubuh.
Wanita tua yang rambutnya sudah ditumbuhi banyak uban ini hanya tinggal sendiri setelah suaminya meninggal 20 tahun yang lalu, akibat kecelakaan saat kerja di penambangan batu kapur. Nek Ida tidak dikarunia anak dari pernikahannya. Dan Fajar lah yang mengisi hari-harinya selepas kepergian suaminya.
Nek Ida orangnya taat beribadah dan sepertinya hal ini menurun pada Fajar. Setiap hari dia tidak pernah bosan mengingatkan sang cucu untuk selalu giat beribadah, dimanapun dan kapanpun. Bagi nenek tua ini, ibadah adalah yang utama. Dan hal ini dapat dimengerti oleh sang cucu, dalam hatinya yang paling dalam dia sangat salut dengan neneknya. Kebaikan dan kasih sayang yang diberikan sang nenek, membuat dia tak ingin berpisah dengannya.
Kini Nek Ida semakin tua. Tubuhnya tak seperti dulu lagi, rasa pegal sering menggerayangi tubuhnya. Kondisi inilah yang membuat Fajar semakin takut jika sang nenek akan meninggalkannya. Hanya nek Ida yang dia punya, tak ada lagi keluarga yang lain.
Fajar merasa bahwa sudah waktunya untuk bisa membahagiakan dan membalas semua jasa nenek yang telah merawatnya hingga besar seperti sekarang ini. Dan di usianya yang tak lagi anak-anak, Fajar ingin mencurahkan bakti kepada sang nenek. Fajar ingin kerahkan segenap waktu untuk merawat dan menemani hari-harinya.
Fajar sadar bahwa secara materi neneknya tidak bisa memberikan lebih kepadanya, seperti teman-teman yang bisa mendapat apa saja dari orang tua mereka. Akan tetapi kasih sayang dan perhatian nenek yang tak pernah putus itulah yang paling membuat dia bahagia sebagai cucunya. Dia sangat menyayangi Nek Ida begitu pula Nek Ida. Hal yang ingin dia lakukan adalah selalu menemani sang nenek diakhir-akhir hidupnya. Itulah janjinya yang merasa akan berpisah dengan sang nenek.
“Cu bangun!! ”
Rasa syukur yang dalam senantiasa Fajar panjatkan setelah membuka mata. Alhamdulillah, paling tidak hari ini dia masih bisa melihat sang nenek. Harapannya detik ini dan seterusnya – jika masih ada kesempatan dipertemukan – dia ingin selalu dapat membuat sang nenek bangga memiliki cucu seperti dirinya. Dan diselah-selah hari tua sang nenek inilah, dia ingin menjadi cucu yang bisa membahagiakannya.
Sembari mengucek-ngucek mata, Fajar tatap wajah keriput Nek Ida yang selalu menyuguhkan senyum menyejukkan. Sesejuk udara pagi ini. Di wajah keriputnya itu terpancar cahaya terang basuhan air wudhu. Panjatan doa selalu dia kirim untuk kesehatan neneknya. Bagaimanapun juga dia tidak ingin ditinggalkan nenek satu-satunya ini karena hanya dialah yang Fajar punya. Dia bahkan ikhlas jika ajal datang kepadanya sebagai pengganti ajal sang nenek bila ajal nenek tiba. Dia merasa tak kuasa jika harus ditinggalkan.
Dalam gelap malam, Fajar langkahkan kaki menuju sumur yang ada di belakang rumah. Dinginnya udara pagi begitu menusuk kulit. Semilir angin menggoyang-goyangkan pepohonan yang ada disekitar halaman belakang rumah. Bukan rumah mungkin tepatnya untuk sebutan tempat tinggal mereka, kata paling tepat adalah gubuk bambu.
Tali yang ada dihadapanya di-kerek untuk mengambil air yang ada di dalam sumur. Guyuran air membasahi wajah dan sekujur tubuhnya. Nikmat yang begitu terasa ia rasakan dari secuil kenikmatan Tuhan yang dia kini rasakan. Dia lebih suka mandi dengan air yang langsung diambil dari sumur. Air yang diambil langsung dari sumber pada waktu pagi hari dapat menyegarkan tubuh serta mampu menghilangkan rasa pegal yang ada dalam tubuh.
Di ruangan yang tidak terlalu lebar ini, Nek Ida sudah menunggu. Ruangan ini mempunya banyak fungsi. Sebagai ruang tamu jika ada tamu datang, saat malam sebagai ruang Fajar melelapkan mata, dan ruangan ini akan menjadi tempat untuk sholat jika waktu sholat tiba.
Gubuk bambu tempat tinggal mereka ini hanya memiliki satu kamar tidur. Sedari kecil Fajar tidur bersama Nek Ida, tapi setelah beberapa tahun lalu dia putuskan untuk tidur di ruang tamu. Bukan karena dia tidak sayang dengan sang nenek melainkan dia hanya ingin sang nenek dapat beristirahat dengan nyaman. Dipan beralaskan tikar lusuh yang hanya cukup untuk satu orang tidak mungkin nyaman jika dipakai untuk dua orang. Itulah alasan kenapa dia putuskan untuk tidur di ruang tamu.
Setelah sholat tahajud, mereka melaksanakan sholat subuh berjama’ah. Kebiasaan ini sudah Nek Ida tanamkan pada sang cucu saat masih duduk di bangku SMP. Alhamdulillah dalam keadaan serba kekukarangan, dia masih menomersatukan pendidikan agama sang cucu. Dan dari pendapatan dari hasil jualan sayur dan rujak di depan rumahnya, dia mampu membiayai sekolah Fajar walaupun dalam membayar SPP kadang-kadang telat.
Setelah lulus dari bangku SMP, Fajar mendapatkan uang beasiswa prestasi sampai lulus SMA jadi hal ini sedikit meringankan tanggungan yang dipikul sang nenek. Dan kini dia sudah kelas 3 SMA. Sebentar lagi dia akan lulus. Dalam hati Fajar berharap dapat meneruskan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi.

vvv

Hari ini tepat hari kelulusan Fajar. Terlihat wajah Nek Ida begitu berseri menampakkan rasa bahagia yang sangat. Dengan seksama dia duduk di deretan bangku para tamu yang menghadiri acara wisuda sekaligus acara penghargaan bagi siswa yang berprestasi. Dengan setia dia menunggu hasil demi hasil peringkat yang dibacakan salah satu guru yang ada di atas mimbar.
Dalam tunduknya Nek Ida senantiasa panjatkan doa untuk kebaikan bagi cucunya. Apapun nanti yang diperoleh sang cucu adalah yang terbaik baginya dari Tuhan. Satu demi satu nama disebutkan. Nama Fajar Syaifuallah belum juga dipanggil. Dia masih setia menunggu sembari panjatan doa yang senantiasa terucap dari bibirnya. Disatu sisi Fajar sendiri begitu gelisa menunggu hasil nilai ujian yang telah dilaluinya.
Sekali lagi Fajar tidak ingin mengecewakan sang nenek yang sudah setia menghadiri acara yang sakral ini. Sang nenek rela menutup warung dagangannnya hanya untuk menghadiri acara kelulusan cucunya. Bagi Nek Ida, kepentingan cucu-lah yang terpenting dalam hidupnya. Karena sebenarnya Nek Ida juga merasakan bahwa ini adalah saat-saat terakhirnya bersama sang cucu. Maka dia tidak mau mengecewakan cucunya.
Dia mengusap punggung cucunnya yang kelihatan gelisa. Sembari menatap wajah sang cucu, dikembangkannya senyum yang menyejukkan. Paling tidak harapan sang nenek dengan seyum itu bisa membuat cucunya agak lebih tenang. Dan hasilnya pun dapat dikatakan mujarab. Senyum kasih sayang tulus dari sang nenek benar-benar memberikan dorongan moral dan ketenangan di hati Fajar.
“Dan tibalah pembacaan nama 5 siswa-siswi berperingkat terbaik.”
Sorak sorai para dan tepuk tangan tamu undangan menggema. Ada yang dengan semangat naik ke atas kursi dan bertepuk tangan, seperti dalam acara-acara MLM yang anggotanya penuh semangat menggelora. Tidak terkecuali dengan nenek dan Fajar yang dengan syukur dan doa mencurahkan kebahagiannya karena dari tadi nama Fajar Syaifullah belum dipanggil, berarti dia masuk ke dalam 5 besar siswa-siswi berperingkat terbaik.
Rasa syukur tak putus terucap dari bibir nenek. Wajahnya semakin berseri atas hasil yang telah ditorehkan sang cucu. Pelukan hangat diberikan kepada sang cucu. Rasa bahagia bercampur bangga menelusuri hatinya. Cucu satu-satunya ini mampu membuat dia bahagia.
Dan kini tinggal 2 nama siswa-siswi sebagai terbaik pertama dan kedua yang akan dibacakan. Rasa deg-degan pun semakin keras yang dirasakan Fajar. Tak diduga ternyata rasa ini juga dirasakan sang nenek. Sebagai manusia biasa dia juga mempunyai rasa gelisah, walaupun dia sudah berusaha pasrah akan semua keputusan yang akan diterima dari Sang Maha Pencipta namun dia masih juga merasakan perasaan gelisah.
“Tibalah nama siswa-siswi sebagai peringkat kedua dan peringkat pertama, marilah kita sambut sauda……” Sang guru menghentikan bicaranya sejenak.
Di bangku undangan sudah riuh tak sabar mendengar nama siswa yang akan disebut. Dalam hati Nek Ida dan Fajar berharap bahwa Fajar menjadi siswa terbaik pertama. Doa pun terpanjat kembali.
“Marilah kita sambut saudara Fajar Syaifullah sebagai siswa terbaik peringkat kedua!!”
Suara gemuruh tepuk tangan ramai terdengar membahana, akan tetapi Fajar sepertinya tak mendengar gemuruh tepuk tangan itu. Dia diam tertegun dengan apa yang didengarnya. Menjadi siswa peringkat kedua bukanlah seperti yang dia harapkan. Rasa kecewa menelusuri relung hatinya, dia tidak bisa memberikan hadiah kepada sang nenek dengan mendapatkan peringkat pertama.
“Beri tepuk tangan yang lebih keras untuk saudari Hartanti Dinejad sebagai siswi terbaik peringkat pertama.”
Suara tepuk tangan jauh lebih ramai terdengar. Fajar seakan tuli, tidak bisa mendengar suara keras tepuk tangan. Da masih dalam penyesalan yang dalam. Walaupun sang nenek sudah bahagia dengan hasil yang didapat cucunya. Bagi nenek yang terpenting sang cucu tetap giat beribadah itu sudah cukup.
Hasil UN (Ujian Nasional) yang didapat Fajar jauh lebih tinggi dari pada Hartanti. Entah faktor apa yang menjadi bahan pertimbangan para guru, sehingga memutuskan Hartanti sebagai peringkat pertama. Bagi Fajar yang egonya masih tinggi, dia lebih berharap menjadi siswa terbaik pertama. Ada rasa kebanggaan tersendiri jika namanya disebut sebagai peringkat pertama dalam acara itu. Dan itu juga akan membuat sang nenek lebih bangga.
Dalam tangis, Fajar sujud meminta maaf kepada sang nenek. Dia menyesal tidak dapat memberikan yang terbaik buat neneknya. Padahal segenap usaha telah dia lakukan untuk menjadi yang terbaik. Tapi apa yang jadi, semua tidak seperti yang diharapkannya. Disamping itu sang nenek tetap bahagia dengan prestasi yang diperoleh sang cucu.
“Sudahlah cu’, nenek tetap bangga mempunyai cucu sepertimu, yang terpenting buat nenek, jangan pernah lupa beribadah kapadaNya.” Sambil menyusap punggung.
Bersambung..................

Kamis, 15 Desember 2011

Sujud Syukur


Kutersimpuh dalam sujud di atas sajadahku
meratapi kehidupan yang telah berlalu
sakit dan takut yang dulu menyelinap dalam diri
pasrah,, seperti tak berdaya dan putus asa terlewati

Aku salah karena pernah menyerah
aku menyesali diri karena pernah gagal dan tak mau usaha lagi
aku begitu naif dengan keadaan seperti ini
maafkan aku Tuhan, ....................

Kini,..................................................................
sadarku terbit kembali
dingin air mata mengalir membasahi pipi
meratapi setiap detik yang berlalu
hanya sujud syukur mampu ku berikan untukMu
atas segalah rahmat dan nikmat yang kau anugerahkan padaku....


Kamar Kost,
15 Desember 2011; 15.56

*Habis gelap terbitlah terang (R.A Kartini)
*Ada cobaan pasti ada jalan
*Percayalah bahwa rahmat dan nikmat Tuhan akan datang pada saatnya...
*Jangan putus asa dan menyerah!!

Jumat, 09 Desember 2011

Hari yang Mengesankan


9 Des adalah hari anti korupsi, bener gak tu?? kayaknya bener sih..., dan tanggal ini merupakan tanggal besejarah bagi syamsu dhuha, tau kenapa?/ karena tepat pada tanggal ini dia dilahirin ke dunia ini beberapa tahun silam. kok pake kata dia ya?/ kan dia itu aku--sang penulis blog ini..hhehheh

cerita sedikit nih tentang keluargaku..klo kalian tau sebenarnya dalam keseharian keluarga-ku tidak ada yang namanya memperingati tanggal kelahiran, tau tuh kenapa mungkin karena yg terpenting bagi kedua orang tuaku, kita sebagai anak mereka sudah selamat lahir ke dunia dan yg terpenting lagi bagaimana bs membahagiakan kami serta membimbing kami ke arah yang diridhoi Illahi, amin...

hari jum'at yang cukup mengesankan, dimana tepat jam 12 malam lebih sedikit, ada sms dan telp dari temen2 yang memberikan ucapan Ulangtahunku, aku seneng paling tidak masih ada segelintir perhatian dari mereka buat aku, yah... walaupun dengan agak kecewa dikit  karena setelah aku tanya asal muasal mereka ingat hari ultahku ada yang bilang "aku ingett ultahmu karena alarm ulangtahun di hape aku bunyi", busyettttt berarti buka karena ingat dalam hati tuh, tapi karena diingetin alarm.... hmmmm sabar-sabar, tapi walau apapun alasannya, aku apresiasi dan thanks BEUD (lebay.com) buat kalian...

dari teman2 yang mengucapkan malam itu, teryata tidak ada satupun dari anak akeroluh yang mengucapkan, mungkin mereka tidak ada yang tau tanggal lahirku atau kata kasarnya tidak ada yang perhatian sama aku. ... (melass banget)....gak apa-apalah, semoga dalam ketidak tauan mereka msih ada sedikit doa untuk aku. berharap banget nih...!!!

setelah membuka mata di pagi hari yang cerah, ups gmn bisa lihat hari cerah klo pintu kamar kost belum aku buka?? lebay nih tulisan..hehehh udah gak usah dibahas tu cuma buat pemanis tulisan acjh...pas membuka mata, ternyata aku dapati 1 sms lagi, tapi sayang buka ucapan ultah malahan tawaran job membantu temen bikin KTM....alhamdulillah...!

karena mata kuliah pagi ini dosennya berhalangan untuk hadir jadi aku putuskan untuk langsung ke tempat temenku, ya klo kalian mau bilang ini langkah menghindari dari keuslan anak akeroluh boleh ajahc,,whatever kata orang sundanya....tapi mungkin juga bener sih, males soalnya klo harus di gebyur dengan telur dan tepung, emang aku penggorengan...hehehh

tapi bentar!! kok aku PeDe banget bilang klo akan digebyur anak akeroluh??? wong ngucapin ajch mereka enggak, kan mereka gak ada yang perhatian!!! ups gak boleh menghakimi juga seh... maaf yach....!!! heheh

nyampek tempat temen aku langsung di ajak ke godean....beli peralatan dan kebutuhan bikin KTM alumni salah satu universitas yang ada di Jogja. hariku disibukkan dengan mengedit dan copy paste data....kerjaan semacam ini gak berat tapi capek banget,....hehehhe

pada jam setelah ashar, gak tau tepatnya jam berapa...?? aku putuskan menyudahi kegiatan copypaste karena aku harus berkumpul di SC (student center), cieh gaya pake english.. di tempat ini aku mengikuti rapat pra produksi pembuatan film indie.. jangan berpikir aku jadi aktornya ya..karena jelas itu bukan ahliku..hehehh ngomongin tentang ahli sebenarnya aku juga gak ahli apa-aa mengenai film alias baru belajar dan di moment ini aku ditugaskan untuk menyiapkan "Properti", di bidang ini aku bekerja sama dengan salah satu (dapat 90 donk..) teman di perkumpulanku.

sempat aku berfikir, anak-anak akeroluh (lagi2 akeroluh, akeroluh lagi?? gak bosen ya?) kok mereka gak ada yang menanyakan keberadaanku untuk mengebyur dan memberikan surprised pada hari ultahku?? (hahah kacia bgt sampai berharap bgtu..) "tuh kan pasti mereka pada emang gak tau dan gak mau tau ultah mu...." (setan merah menggoda) mungkin bener tuhc.. ya udah gak usah difikirin toh sebenarnya aku juga gak pengen di kerjain, dikerjain kok dipengeni, aku gak ke kampus kan salah satu usaha agar tidak dikerjain..hehhehh

dari setelah ashar sampai menjelang isya, rapat tetap berlangsung, dalam pertengahan rapat aku dapati sms dari rafel.. "sem cpet keluar, qt di depan SC mau gebyur u" ohhhwww TIDAK.... ternyata aku mau digebyur, tapi inii orang mau gebyur kok bilang2, kwkwkw wah pasti karena mereka sdh capek dan putus asa menunggu ku keluar dari SC padahal rapat masih sengit berlangsung.. kasian mereka.

ternyata eh ternyata masih ada juga perhatian mereka terhadapku teman, berharap banget ya?? aku pikir mereka tidak ada yang tau dan tidak ada yg mau tau tapi ternyata,...hiks, (sok lebay terharu..)

dengan tenang, memasang muka cuek, aku bales ajch "wah aku masih lama kayaknya sampai malam, kalian pulang ajch, aku juga gak mua dugebyur cz udah malam nti masuk angin" dengan tanpa dosa aku kirim sms itu, padahal kalo dipikir lagi kasihan mereka sudah setia menunggu sampai malam...JEMPOL 5 buat kalian.

karena rapat sudah selesai akhirnya dengan deg-deg, seperti mau neik panggung perlombaan, (lebay dikit) aku beranikan diri smabil mengendap2 mencari keberadaan mereka di luar SC, sempat tenang karena batang kemaluan, eh maksudnya batang hidung mereka tidak kelihatan di luar SC, dan dengan tenang walaupun masih was-was aku starter motor dan berlalu dari parkiran SC...

dan..................................................................................
"sem..!!!" ada seseorang memanggil tak lain dan tak bukan itu adalah suara marta dan nirna. aku toleh kebelakang ternyata mereka tengah duduk sebelah bus terparkir (kebetulan ada bus), aku pun teriak "aku ada kerja, maaf" sambil tetap melajukan motor, tpi aku terhenti setelah mendengar mereka bilang "sem, gak ada gebyur kok, kita cuma mau kasih ini" aku lihat di tangan marta ada piring yang berisi sesuatu yang aku tidak tau karena suasana malam yang gelap dan terdapat lilin menyala dalam piring itu...

dengan berat hati tapi ikhlas akhirnya ku harus berbalik arah menuju ke arah mereka setelah permohonan dari nirna untuk tidak balik dulu dan menerima hadiah dari mereka...so sweet... pasti kalian pada piki yang ada dipiring itu adalah kue tar?? ternyata bukan...hehehhe yang ada adalah duren. wah sayang aku gak bs ikut belah duren malam hari (kayak lagu donk...)


masih dengan penuh kewaspadaan, takut digebyur seperti teman2 akeroluh sebelumnya.. aku turuti ajakan mereka mendekati piring perisikan lilin salahsatunya...tapi jelas masih dengan meminta mereka untuk tidak menggebyur,,karena kalo kalian tau, mereka raja n ratunya jail bin iseng..jadi sebagai manusia biasa pasti was-was jika dalam posisi seperti aku kali ini...

wah senengnya dalam hati...bukan klo beristri dua tapi karena mendapatkan kejutan berupa segumpal duren, kok segumpal sih..kan banyakk tepatnya seiring deh, ...tapi tetap aku mohon untuk tidak pake gebyur, dan alhamdulillah mereka mengiyakan....thanks pokoknya buat kalian..

lalu......................................................................................................
proooookkkkkkkkkkkkkk!! telur pun mendarat tepat di kepalaku beberapa menit setelah prosesi tiup.. DASAR anak2 pada gak bisa dipercaya, dan tidak konsisten...huft..
teung dan telur ke dua pun menyusul mendarat di kepalaku, alhasil sekujur tubuhku basah dan lengket karena korban sandis mereka..hal ini terjadi karena Raya dengan santai ambil telur dan tepung dalam tasnya, AWAS buat Raya....tunggu pembalasannya...

dalam pertengahan gebyur mengebyur aku jatuh tergeletak diatas rumput. tak ada gerakan tubuhku cuma gerakan jatung bernafas yang ada, dari mereka pun bervariasi responya.
Rafel: " eh sem mati, ayi lari.." dengan santainya, (nih gak boleh dicontoh, heheh)
Bram: "alah tuh cuma acting, sem gitu lhoo" (nih msh boleh ditolerir,heheh)
Raya: "eh beneran tuh, sem kenapa?? dia gak gerak tuch.." nada khawatir (nih baru teman,,hehhe)
Marta: "eh beneran tuh, kenapa sem??? tolonginlah" ikut2an khawatir (bagus!!)
Nirna: "beneran gak sih itu" dengan wajah polosnya

dalam kepura-puraanku aku rasakan mereka mendekatiku, si bram dengan masih isengnya menggelitik tapi sekuat tenaga aku tahan supaya tidak ketawa...aku rasakan mereka tambah ketakutan apalagi dari pihak raya, marta dan nirna. si bram pun mencoba membalikkan tubuhku dengan tangan satu karena masih takutt aku kerjain....dengan tenang aku masih menikmati tidurku....meraka tambah takut!!

setelah situasi semakin panas, aku bangun dengan tiba dan mereka pun berlarian menyelamatkan diri...hahahhaha PUAS melihat mereka pada lari ketakutan dan PUAS juga bisa balik mengerjain mereka...kwkwkwkk thanks ya All...

tamat

thanks to: Ema, Tiya, Nisa, Dean, Rifky dan seluruh teman2ku yang tidak bisa aku sebut satu persatu..kalian memang teman baik....

Kamar Kost,
09 Dec 2011

Jumat, 02 Desember 2011

Tak Konsisten

Untuk kesekian kalinya kesetiaanku dalam menulis mendapatkan ujian?? yach, ujian, dimana saat beberapa bulan yang lalu, eh tidak! beberapa minggu deh, eh eh tidak tidak!! yg benar hanya beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk setia menulis, tetapi sudah beberapa hari dan mungkin minggu atau mungkin lagi bulan, aku tidak lagi menulis, baik di blog, buku, ataupun kertas-kertas yang ada.
Apakah ini yang dinamakan mental seorang penulis? bukankah seorang penulis tidak pernah absen seharipun dalam kegiatannya menuliskan apa saja yang ada dalam fikirannya?? tapi aku!! jangan kan sehari, sudah berminggu-minggu ini aku absen dari kata menulis.
Hati kecil-ku yang mencoba membantu kekhilafan atas ketidak-konsistenan diri-ku mengatakan "dia tidak menulis karena sedang disibukkan dengan kegiatan perkuliahan dan kegiatan di UKM Kampus". mungkin jiwa dan ragaku mengiyakan dan dengan senyum-senyum membenarkan perkataan hati kecil itu. tetapi jika sudah masuk kedalam pembahasan proses menulis yang baik, maka alasan-alasan yang diajukan hati kecil itu tidak dapat diterima begitu saja. hukum dan aturan dari seorang penulis sejati ialah: "tidak ada kata berhenti dalam tiap goresan pena".
Oh Tuhan, disatu sisi aku ingin mengiyakan perkataan hati kecil itu, tapi disisi lain benar apa yang ada dalam hukum dan peraturan dari seorang penulis sejati itu. yang jelas hari ini aku tidak lagi ingin mengulangi pelanggaran akan kesepakatan yang aku buat sendiri. aku harus tetap konsisten dalam berjuang menjadi seorang penulis sejati. tidak ada kata berhenti.

vvv

Hari ini, aku disibukkan dengan persiapan kegiatan yang akan aku dan teman-teman JCM lakukan besok pada tanggal 3-4 Desember 2011. Makrab dan pengukuhan anggota baru JCM. jika kamu-kamu belum tau apa itu JCM, baca ajch di koran atau majalah..hahah (becanda)
JCM adalah kepanjangan dari Jeeeeeeeeee,Ceeeeeeeee,eeeeeeeeeeem.. heheheh, yang bener itu Jamaah Cinema Mahasiswa. JCM adalah salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di UIN Sunan Kalijaga, kampus tercinta...UKM ini bergerak dalam bidang pembuatan film, bisa film indie, film pendek, juga film dokumenter, pokoknya sesuai ide kreatif yang ada dan yg penting bukan sinetron. heheheh
Dalam kesempatan kali ini aku ditugasin menjadi Ketua Panitian Makrab dan Pengukuhan anggota baru. sebenarnya aku menolak dan ingin lari dari ini semua, tetapi karena aku pikir semua itu lebay jika aku lakukan jadi dengan senyum keikhlasan aku terima ajach...(sok banget...). Yang jelas aku berterima kasih banyak kepada sahabat ku yang ada di JCM, u a is the best.!! semoga acara kita besok lancar jaya, aman sentosa dan bahagia dunia akhirat....
Acara membahagiakan ini akan kita laksanakan bersama anggota baru 2011 dan para senior JCM selama 2 hari di Villa Sembada Kaliurang. acara yang biasanya diisi dengan kecerian dan kebahagian serta keakraban dan juga kekeluargaan ini akan kita alami bersama insyAllah. namanya acaranya masih besok jadi belom tau bagaimana dan pengalaman apa yang akan terukir besok. jadi semoga kebahagian selalu bersama kita semua.
Untuk cerita selanjutnya, Coming Soon.................

Base Camp, 02 Desember 2011
Karya Penaku,

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review